Bawaslu Ajak Mahasiswa Proaktif Awasi Pelanggaran Pemilu, Puadi: Kami Butuh Pemikiran Kritisnya!

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengajak mahasiswa untuk mengawasi tahapan Pemilu 2024 dengan melaporkan pelanggaran.

Anggota Bawaslu RI Puadi mengatakan berdasarkan UU 7 tahun 2017 pasal 454, mahasiswa yang mayoritas sudah memiliki hak pilih, maka mereka bisa menjadi pintu masuk penanganan pelanggaran melalui laporan.

Baca juga: Bawaslu Periksa Tayangan Azan Ganjar Pranowo, Cari Dugaan Pelanggaran Pemilu

“Sebagaimana diatur pasal 454, siapa-siapa saja yang berhak melaporkan, pertama warga negara Indonesia, kedua peserta pemilu, kemudian pemantau pemilu,” ucap Puadi melalui keterangannya, Senin (25/9/2023).

Dia mengatakan berbagai upaya peningkatan yang dilakukan Bawaslu dengan hadirnya Sigaplapor termasuk dalam peningkatan dalam pembuatan perbawaslu.

Untuk itu, Bawaslu mengajak mahasiswa untuk ikut andil dalam Pemilu 2024.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan diperlukan pemikiran kritisnya untuk membantu Bawaslu dalam mengawasi tahapan Pemilu 2024,” ucap dia.

Baca juga: Bawaslu Respon Dugaan Pelanggaran Pemilu Anak Mantu Jokowi yang Promosikan Ganjar Pranowo

Pihaknya, kata dia, berharap dalam mengawasi tahapan Pemilu 2024 Bawaslu dapat menghadirkan setiap warga negara agar aktif dalam proses pengawasan.

Dia menjelaskan bahwa Bawaslu akan berkomitmen penuh untuk menjadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan.

“Kita Bawaslu berkomitmen ketika tahapan pemilu sudah berjalan untuk memastikan tiap tahapan berjalan lancar sesuai dengan mekanisme dan aturan,” jelasnya.

Sebelumnya, Puadi mengajak penyidik siber untuk merespon cepat jika terjadi pelanggaran pemilu di media sosial.

Menurutnya, media sosial masih akan menjadi sarana yang marak digunakan untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

“Kami mengajak untuk teman-teman penyidik siber di wilayahnya masing-masing, untuk berkolaborasi bersama Bawaslu daerah. Karena tanggung jawab urusan pemilu ini urusan semua stakeholder. Agar penyelenggaraan pemilu berjalan dengan lancar sesuai dengan koridornya,” ujarnya.

Baca Juga  Pemilu 2024 Diprediski Kacau, Kampanye Belum Mulai Bawaslu Terima Banyak Laporan Dugaan Pelanggaran

Ia menilai banyak hal yang seharusnya menjadi catatan, termasuk tantangan Bawaslu dalam mengawal agenda pemilu serentak.

Terutama fenomena black campaign, hoaks, hatespeech, rumor, isu SARA, telah menjadi sisi gelap dalam kehadiran media sosial di penyelenggara pemilu.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *