Danai Proyek Maslahat, Kemenkeu Kembangkan Pembiayaan Inovatif

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mengembangan inovasi pembiayaan APBN melalui berbagai instrumen, di antaranya melalui obligasi negara dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN).

 

Kepala Seksi Pengelolaan Risiko Pasar, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Ardhitya Kurniartanto menjelaskan bahwa penerbitan obligasi negara memberikan alternatif pembiayaan bagi APBN, sehingga kita tak lagi bergantung pada pinjaman luar negeri.

 

“Kita mulai berkembang untuk menggunakan alternatif pembiayaan tidak lagi bersumber dari (pinjaman) luar negeri saja, tetapi juga menggunakan sumber-sumber dalam negeri melalui penerbitan obligasi negara,” katanya dalam acara NgoPi: Literasi Keuangan dan Pembiayaan APBN di Kampus Universitas Indonesia, Depok, 6 Desember 2023.

 

Seperti diketahui, posisi utang Indonesia per 31 Oktober 2023 mencapai Rp 7.950,52 triliun.

Angka ini sekitar 37,68 persen dari Gross Domestic Product (GDP). Jauh di bawah ambang batas yang diperbolehkan UU Keuangan Negara, yaitu 60 persen dari GDP.

 

Dari total utang tersebut, SBN menempati porsi terbesar yaitu, 88,66 persen dan pinjaman, baik dalam dan luar negeri, sebesar 11,34 persen.

Adapun dari sisi SBN, mayoritas berasal dari domestik 71,41 persen dan SBN valas 17,25 persen. 

 

“Dengan demikian, posisi utang kita masih dalam kategori rasional dan aman,” terangnya. 

 



Quoted From Many Source

Baca Juga  VIDEO Momen Gibran Rakabuming Puji Semangat Ribuan Anak Muda Karawang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *