Disambut 65 Ribu Ketua Poktan, Jokowi Tambahkan Anggaran Rp14 Triliun untuk Pupuk Subsidi

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA60 ribu Ketua Poktan (Kelompok Tani), petani dan penyuluh menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Banyumas.

Kehadiran Presiden langsung disambut meriah dan antusias peserta kegiatan karena anggaran pupuk subsidi ditambah Presiden langsung sebesar Rp 14 triliun.

Amran mengatakan peserta terdiri dari petani, penyuluh, distributor pupuk, ketua kelompok tani hingga Babinsa Jawa Tengah yang siap dampingi peningkatan produksi pangan nasional.

“Sekali lagi mereka hadir untuk bapak presiden yang mencintai petani Indonesia dan kita harus berterima kasih,” ucapnya, lewat keterangan, Rabu (3/1/2024).

Baca juga: Konsisten Lanjutkan Program Kerja Presiden Jokowi, Prabowo-Gibran Dinilai Jadi Pilihan Utama Rakyat

Ke depan, semua persoalan berkaitan dengan pupuk dapat diatasi mengingat ketersediaannya ada dimana-mana. Dengan begitu, para petani dapat menggunakan untuk kebutuhan produksi nasional.

“Kini, saudara kita yang di hutan desa itu juga mendapatkan jatah pupuk yang sama setelah sebelumnya tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi, bibit dan benih,” katanya.

“Kami bahkan sudah mencabut permentan yang diterbitkan tahun 2020 karena dinilai menghambat pengambilan pupuk oleh petani-petani kita,” ujar Amran.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan terkait perintah menambah anggaran pupuk subsidi saat bertemu petani dan penyuluh se Jawa Tengah di Kabupaten Banyumas.

Baca juga: Manuver Cantik Jokowi, Gaji PNS, TNI, Polri Naik 8 Persen, Yustinus Prastowo: Mohon Tetap Tenang

“Kita akan berusaha untuk yang Rp 14 triliun ini segera diproses. Tadi saya tanya langsung ke Pak direktur PIHC ada 1,7 juta ton stok pupuk, dan 1,2 juta ton yang bersubsidi. Dengan begitu kita harapkan agar yang namanya pupuk sudah tidak bermasalah lagi,” katanya.

Baca Juga  Jadwal Buka Puasa Selasa 19 Maret di Tangerang Selatan, Jakarta dan Kepulauan Seribu

Presiden mengatakan produksi beras masih dapat dilakukan secara merata di seluruh Indonesia. Dia pun mengingatkan agar ke depan tidak ada lagi keluhan petani mengenai pupuk subsidi.

“Tadi Menteri pertanian sudah menyampaikan belinya pupuk tidak usah memakai kartu tani boleh memakai KTP juga bisa, setuju. Target kita di Jawa Tengah ini produksi beras bisa kembali ke ranking dua lagi,” jelasnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *