IPW Desak Kapolda Metro Tahan 3 Tersangka Kasus Katarina Bonggo, Satu Diantaranya di Australia

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menuntaskan penyidikan kasus keterangan palsu dalam surat otentik yang telah menjerat tiga orang sebagai tersangka, yaitu berinisial AJ, EJ, dan seorang biksuni berinisial E.

Bahkan untuk tersangka EJ yang berada di luar negeri, kata Sugeng pihak kepolisian harus mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Dalam kasus ini karena perbuatan 3 tersangka, pelapor Katarina Bonggo kehilangan hak milik ruko serta hasil usaha dari toko yang berada di Lindeteves Trade Centre blok GF-2/B1-20 Jalan Hayam Wuruk, Jakarta.

“Tersangka EJ saat ini berada di Australia, kendati sudah ditetapkan sebagai Tersangka tetapi penyidik Polda Metro Jaya belum memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan pengajuan permintaan Red Notice pada Interpol untuk bisa menghadirkan tersangka EJ untuk diperiksa,” kata Sugeng, Jumat (2/2/2024). 

EJ sendiri, menurut Sugeng telah ditetapkan sebagai tersangka melalui pemberitahuan penetapan tersangka bersama E bernomor: B/18495/XI/RES.1.9/2023/Ditreskrimum tertanggal 10 November 2023.

Sementara pemberitahuan penetapan tersangka AJ melalui surat ke Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta pada 9 Juni 2023 dengan nomor surat: B/8095/VI/RES.1.9/2023/Ditreskrimum.

Baca juga: IPW Sebut Penahanan Firli Bahuri Tidak Jadi Prioritas Polda Metro Jaya, Ini Alasannya

Ketiga tersangka itu, tambah Sugeng dilaporkan Katarina Bonggo Warsito ke SPKT Polda Metro Jaya dengan laporan polisi nomor: LP/2750/V/YAN.2.5./2021/SPKT PMJ tanggal 28 Mei 2021 karena diduga melakukan pemalsuan surat dan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik atau penggelapan hak atas benda tidak bergerak dan atau penggelapan sebagaimana pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP dan atau pasal 385 KUHP dan atau pasal 372 KUHP. 

Baca Juga  Bank Indonesia Siap Dukung Pengembangan Sektor Pertanian, Perikanan, dan Peternakan di Sulsel

“Penyidik Polda Metro Jaya menerapkan pasal 266 KUHP yakni menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik telah cukup bukti dan telah ditetapkan tersangkanya,” katanya.

Atas tindakan tersangka AJ, E dan EJ, kata Sugeng, terhadap hak milik ruko serta hasil usaha dari toko yang berada di Lindeteves Trade Centre blok GF-2/B1-20 Jalan Hayam Wuruk Jakarta, Katarina Bonggo Warsito telah dirugikan. 

“Pada kasus ini, diduga adanya ketidaknetralan dan ketidakprofesionalan penyidik dalam menangani perkara tersebut,” tambah Sugeng.

Hal Ini, kata Sugeng dikarenakan pertama, penyidik telah melakukan kebohongan terhadap pihak kejaksaan yang menyatakan bahwa AJ telah ditahan padahal pihak kepolisian tidak pernah menahannya. 

“Hal itu diketahui ketika pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengirimkan berkas perkara untuk kedua kalinya dari tersangka AJ ke Kajati DKI Jakarta bernomor: R/3688/VIII/RES 1.9/2023/Ditreskrimum yang ditandatangani oleh AKBP Imam Yulisdianto pada 28 Agustus 2023,” ujarnya.

“Di surat itu, dengan tegas disebutkan kalau tersangka ditahan di Rutan Polda Metro Jaya,” kata Sugeng.

Baca juga: Langkah PMJ Tetapkan Ketua KPK Firli Bahuri Tersangka Dinilai Sudah Tepat, Ketua IPW: Tidak Gegabah

Kedua, tambah Sugeng, keluarnya keputusan Kapolda Metro Jaya bernomor: Kep/17/I/2024 tanggal 19 Januari 2024 perihal Pembentukan Komisi Kode Etik Profesi Polri terhadap Iptu Bambang Sri Hartoyo, penyidik dari perkara tersebut yang melakukan penyalahgunaan wewenang. 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *