Korupsi Suami Sandra Dewi Bisa Buat Rakyat Digaji Rp20 Juta Tanpa Kerja

WARTAKOTALIVE.COM – Indonesia digegerkan dengan kasus korupsi tambang timah yang merugikan negara hingga Rp271 triliun.

Kasus korupsi yang dibongkar oleh Kejaksaan Agung RI itu bahkan melibatkan suami selebriti Sandra Dewi Harvey Moeis dan eks Direktur PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Diketahui PT Timah Tbk merupakan perusahaan negara di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Usai kasus korupsi tambang timah terkuak, pernyataan Mahfud MD yang pernah kasih sinyal soal korupsi di bidang pertambangan kembali viral.

Pernyataan itu pernah diungkapkan Mahfud MD dalam Sarasehan Sinkronisasi Tata Kelola Pertambangan Mineral Utama Perspektif Polhukam pada bulan April 2023 lalu.

Mahfud MD mengutip pernyataan Mantan Ketua KPK Abraham Samad yang pernah melakukan diskusi dengan seorang Ahli dari Amerika Serikat (AS) mengisahkan celah korupsi tahun 2013 – 2014.

Kata Mahfud, Abraham Samad mengatakan seorang ahli Amerika Serikat itu menyebut bahwa setiap warga Indonesia bisa mendapatkan penghasilan Rp20 juta perbulan tanpa kerja apabila sektor tambang tidak dikorupsi.

“Kalau saja di dunia pertambangan ini, kita bisa menghapus celah korupsi, maka setiap kepala orang Indonesia itu setiap bulan akan mendapatkan uang Rp 20 juta rupiah tanpa kerja,” ucap Mahfud MD.

Mahfud MD pun mengaku tidak habis pikir usai menerima informasi tersebut. Mantan Menkopolhukam itu bahkan menyebut korupsi di Indonesia sudah masuk taraf gila.

Baca juga: Sempat Ingatkan Amal Harvey Moeis yang tidak masuk akal, Sandra Dewi: Besok Kita Makan apa?

“Bayangkan betapa besarnya korupsi pertambangan sejak saat itu dan sejak sebelumnya kita melakukan reformasi, itu baru pertambangan Rp20 juta, belum kehutanan, perikanan, pertanian. Gilanya korupsi di negara kita ini,” jelas Mahfud.

Sebelumnya Kejaksaan Agung mengungkap kronologi kasus korupsi PT Timah yang menyeret nama Harvey Moeis dan sejumlah sosialita lainnya.

Baca Juga  Kunker ke Sumsel, Tri Tito Karnavian Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum untuk Cegah KDRT

Korupsi tersebut ternyata sudah terjadi sejak tahun 2018 hingga 2019.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung Kuntadi mengatakan, Harvey bersama-sama dengan eks Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPP) alias RS mengakomodasi kegiatan pertambangan liar di wilayah IUP PT Timah untuk mendapat keuntungan.

Sekira tahun 2018 sampai dengan 2019, Harvey Moeis menghubungi Direktur Utama PT Timah yaitu inisial MRPP alias Saudara RS dalam rangka untuk mengakomodir kegiatan pertambangan liar di wilayah IUP PT Timah.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *