Polisi Sebut Ibu dan Anak yang Ditemukan Tewas di Cilandak Alami Stroke dan Diabetes

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK– Polisi membeberkan dugaan tewasnya dua lansia yang merupakan ibu dan anak, bernama RR Martini (82) dan Patricia Endang (62) di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Diketahui, ibu dan anak itu ditemukan tewas di kediamannya, pada Jumat (29/3/2024) siang.

Kapolsek Cilandak, Kompol Wahid Key mengatakan, diduga keduanya meninggal karena sakit.

Wahid menuturkan, RR Martini mengalami sakit stroke, sedangkan anaknya, Patricia Endang mengalami diabetes akut.

“Iya diduga (korban meninggal dunia) karena sakit. Jadi sudah tua semua, jadi anaknya ini punya riwayat diabetes akut. Bahkan dia untuk jalan susah. Yang ibunya nggak bisa bangun karena stroke,” ujar Wahid.

“Ibu Patricia ini sudah lima tahun lalu diabetes berat, semua anggota keluarganya sudah tahu. Dia ini punya saudara, tapi ikut sama bapaknya, jadi tinggal berdua,” sambungnya.

Di sisi lain, Ketua RT setempat bernama Khumayanah mengatakan, ibu dan anak itu terakhir kali terlihat pada 22 Maret 2024, atau seminggu sebelum jasad kedua korban ditemukan.

“Mereka tinggal berdua di sini, tapi sejak tanggal 22 Maret itu tidak ada komunikasi. Komunikasi terakhir dengan kader saya di Dasawisma. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi,” ujar dia saat di lokasi, Jumat (29/3/2024).

Penemuan mayat ibu dan anak itu, tertungkap saat pembantu korban datang untuk bekerja.

Ketika ART mengetuk pintu lanjut Khumayanah, tak ada jawaban sama sekali dari Martini maupun Endang.

“Dia (ART), tanya tetangga ke kanan kirinya minta tolong juga. Tapi nggak ada reaksi, nggak ada respons. Tapi kok TV nya nyala,” jelas Khumayanah.

“Setelah itu datang ke rumah saya, ‘mba Endang ke mana ya?’ kata dia gitu. ‘Mungkin ada, soalnya kan biasanya bangunnya siang’. Saya bilang gitu,” tambahnya.

Baca Juga  Era Jokowi Utang Indonesia Tembus Rp 8,041 T, Bambang Brodjonegoro Coba Membela, Ini Katanya

Tak lama berselang, anak dan menantu Endang pun turut datang ke rumah Khumayanah, dan meminta bantuan agar pintu rumah ibunya didobrak.

“Dia bilang ‘Tante gimana kalau saya dobrak saja pintunya?’. ‘Ya sudah oke’. Dia nanya, ‘ada yang punya linggis enggak?’. ‘Enggak ada yang punya linggis, ini hari Jumat, orang pada salat semua’. Saya bilang gitu,” papar dia.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *