Rencana Tambah Kementerian Mendapat Sorotan, Tanda Sinyal Buruk Lemahnya Posisi Prabowo

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Fauzi alias Ray Rangkuti menyoroti rencana Prabowo-Gibran yang ingin menambah anggota kabinet dari 34 kursi menjadi 40 kursi.

Diketahui, keduanya merupakan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih yang akan dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2024 mendatang.

Ray mengatakan, rencana ini merupakan sinyal buruk bagi upaya pembentukan pemerintah yang efektif dan efesien.

Prinsip penting bagi negara yang ingin percepatan pembangunan adalah melakukan modernisasi birokrasi dan transparansi.

“Penambahan anggota kabinet berpeluang menambah birokrasi pemerintahan, yang akan berujung pada makin panjangnya birokrasi pengambilan keputusan,” kata Ray dari keterangannya, Kamis (9/5/2024).

“Hal ini sekaligus sinyal bagi lemahnya posisi Pak Prabowo di hadapan teman-teman koalisinya. Lemah juga dalam menangani konflik-konflik kepentingan yang niscaya akan selalu hadir dalam pemerintahan,” lanjut Ray.

Baca juga: Ray Rangkuti Sebut Rencana Prabowo-Gibran Tambah Kursi Menteri adalah Pemborosan

Baca juga: Peluang Raffi Ahmad dan Ahmad Dhani Jadi Menteri Prabowo, Dibalik Penambahan Jumlah Kementerian RI

Menurutnya, ini merupakan sinyal tentang lemahnya manajemen konflik di dalam kepemimpinan Prabowo-Gibran. Rencana ini juga sekaligus memperlihatkan dua kelemahan kepemimpinan Prabowo.

“Pertama kelemahan dalam mengelola dan menghadapi tuntutan koalisi, kedua kelemahan dalam visi membangun pemerintahan yang efektif dan efesien,” ungkap Ray.

Menurut dia, 2 pekan berlalu sejak putusan MK soal sengketa Pilpres, publik belum mendengar pasangan Prabowo-Gibran mengemukakan ide yang berhubungan dengan situasi kekinian.

Misalnya mengenai tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), harga bahan pokok yang terus merangkak, dan sebagainya.

“Prabowo-Gibran malah lebih sibuk mengutarakan ide elitis yang berpusat pada pengelolaan kekuasaan antar elit. Dari silaturahmi elit, rencana koalisi, presidential club dan kini penambahan jumlah menteri. Semua narasi ini lebih berkesan memuluskan jalan tahta bagi elit parpol, bukan tahta bagi rakyat,” jelas Ray. (faf)

Baca Juga  1.380 Liter Cat Dibagikan untuk Lapangan Bulu Tangkis Jabodetabek, Jawa Tengah dan Yogyakarta

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *