RUPST 2024 OCBC NISP Setujui Pembagian Dividen Tunai Senilai Rp 1,65 Triliun

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – PT OCBC NISP Tbk (OCBC) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di OCBC Tower, Jakarta, Senin (18/3/2024).

Dalam RUPST ini OCBC NISP sepakat melakukan pembelian kembali saham Perseroan (Share Buyback) maksimum 402 ribu saham. 

Persetujuan buyback saham bersamaan dengan pengalihan saham hasil buyback untuk pemberian remunerasi yang bersifat variabel sesuai dengan POJK serta perundang-undangan yang berlaku.

“Ini dilakukan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variable atas kinerja tahun 2023 kepada manajemen dan karyawan perseroan,” ujar Presiden Direktur OCBC Indonesia, Parwati Surjaudaja, dalam keterangan resmi Paparan Publik PT Bank OCBC NISP Tbk, Senin (18/3/2024).

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, tujuan dilakukannya buyback saham tersebut dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel atas kinerja tahun 2023 kepada manajemen dan karyawan Perseroan untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 45/POJK.03/2015 Tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum.

Aksi korporasi untuk pemberian remunerasi ini disebut perseroan juga telah sesuai dengan POJK No. 29 tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.

Sesuai dengan aturan terbaru OJK, waktu pelaksanaan buyback saham wajib diselesaikan paling lambat 12 bulan setelah tanggal persetujuan RUPS hari ini.

Pelaksanaan transaksi buyback saham ini diyakini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melakukan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usahanya.

OCBC NISP juga telah menetapkan penggunaan laba bersih untuk tahun 2023 sebesar Rp 4,09 triliun dengan 40,4 persen atau sebesar Rp 1,65 triliun atau Rp 72 per saham ditetapkan sebagai Dividen Tunai.

Adapun sebesar Rp 100 juta digunakan untuk cadangan umum. Sedangkan sisa laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan.

Baca Juga  Komisi II DPRD Kota Bogor Prihatin Lapak di Pasar Jambu Dua Sepi Peminat, Anita Mongan Bilang Ini

“Sementara, pada  2023, OCBC membukukan laba bersih senilai Rp 4,1 triliun atau tumbuh 23 persen secara tahunan (yoy),” ungkap Parwati.

Ia menambahkan bahwa sebesar Rp 100 juta disisihkan untuk cadangan umum dan sisa laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan.

RUPST OCBC juga menyetujui beberapa mata acara lainnya, yakni menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Direksi dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2023.

Agenda lain, RUPST menyetujui pembelian kembali saham perseroan (share buyback) dan pengambilalihan saham hasil buyback untuk pemberian remunerasi yang bersifat variable dengan jumlah 402 ribu saham dan perkiraan biaya tidak melebihi Rp800 juta.

Rapat menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian terhadap undang-undang dan peraturan baru serta menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan.

Wong Pik Kuen Helen diangkat kembali menjadi Komisaris dan Martin Widjaja diangkat kembali menjadi Direktur, efektif sejak ditutupnya RUPST ini sampai dengan ditutupnya RUPST tahun 2027. Pengunduran diri Emilya Tjahjadi sebagai Direktur juga disetujui di dalam RUPST.

Selain itu, RUPST juga menyetujui pengambilalihan saham pada PT Bank Commonwealth oleh OCBC.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *