Sepi Penumpang, Sopir Bus di Terminal Kalideres Sebut Kehadiran Travel Jadi Penyebabnya

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah

WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES — Sudah hampir satu bulan sejak musim Natal dan tahun baru 2024 usai, sopir bus di Terminal Kalideres kini mengalami kemerosotan pendapatan akibat sepinya penumpang. 

Menurut Tata Sumitra (48), para sopir bus kesulitan menutupi uang sewa bus sebesar Rp 410.000 lantaran jumlah penumpang yang naik tak sampai 10 orang. 

Sementara, para sopir bus memerlukan uang untuk membayar solar, biaya retribusi parkir bus, serta tol ketika hendak mengantar penumpang.

Namun, lantaran jumlah permintaan penumpang sedikit, para sopir bus banyak yang akhirnya tak melanjutkan perjalanan sebab takut menombok.

Padahal, bus adalah salah satu transportasi yang sempat menjadi favorit masyarakat apabila hendak berpergian ke luar kota.

Kendati demikian, kemajuan transportasi dewasa ini serta minat masyarakat yang berubah, membuat para sopir bus kerap gigit jari lantaran sulit mendapatkan penumpang.

Baca juga: Nasib Miris Sopir Bus di Terminal Kalideres, Sering Nombok Gara-gara Sepi Penumpang Jelang Pemilu

Suasana di Terminal Kalideres

“Jauh lah dari sisi penumpangnya dulu dan sekarang. Umpamanya sekarang sepi,” kata Tata saat ditemui di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (23/1/2024).

Sopir Arimbi jurusan Kalideres-Bandung itu berujar, salah satu yang menyebabkan banyak penumpang ogah menaiki bus lagi adalah karena kehadiran travel di berbagai wilayah.

Salah satunya di dekat Terminal Kaideres, Jakarta Barat.

“Yang jadi penyebab itu mobil travel. Membuat kami enggak ada penumpang, karena pada pindah. Travel-travel itu penyebab kami sewa enggak ada,” kata Tata.

“Karena travel kan diantar sampai alamat gitu. Bedanya cuma Rp 20.000-an,” lanjutnya.

Tata sendiri tak tahu harus berbuat apa atau menyimpan harapan seperti apa untuk mengembalikan minat penumpang ke transportasi bus lagi.

Baca Juga  Caleg Partai Garuda Devara Putri Bayar Pembunuh Pakai Uang dari Korbannya

Dia kini hanya berupaya melakoni satu-satunya profesi yang telah ia lakukan sejak 28 tahun lalu.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *