Tak Dibela Ibu Kandung, Bocah yang Dirudapaksa Ayah Tiri Kini Alami Trauma Berkepanjangan

WARTAKOTALIVE.COM, PESANGGRAHAN – Bocah berinsial SRP (12), yang dicabuli hingga diperkosa ayah tirinya, H (42) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ternyata tak mendapat dukungan dan pembelaan dari ibu kandungnya L.

Sikap ibu kandungnya itu pun membuat korban alami trauma berat berkepanjangan. 

Bahkan, hingga kini korban masih merasa takut jika disuruh kembali bersama ibunya.

“Sampai sekarang, kalau disuruh kembali bersama ibunya, dia masih ada rasa takut,” kata PJS Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA), Lia Latifah, kepada wartawan Kamis (11/1/2024).

Tak hanya itu lanjut Lia, korban juga masih merasa takut dan tak tenang, jika lampu kamar dimatikan atau mendengar derap langkah seseorang di sekitarnya.

“Kemudian kalo ada situasi kamar gelap, lampunya dimatikan, dia takut. Kalau ada di kamar atau di toilet, lalu ada derap langkah orang, rasa takut itu masih ada,” kata dia.

Lia menuturkan, korban kerap tak bisa tidur dan gelisah, meski sudah pindah dan tinggal di rumah neneknya.

“Beberapa kali pada saat dia sudah menginap di rumah neneknya pun dia tak bisa tidur. Dia baru bisa tidur di atas jam 12 (tengah malam), saat kondisinya sudah ngantuk berat,” ujar dia.

Lebih lanjut, Lia mengaku kondisi SRP saat ini sudah membaik.

Namun korban masih tak terima dengan perlakuan sang ibu yang membela ayah tirinya.

“Kondisinya memang sudah bisa lebih banyak bercerita. Hanya, yang masih belum bisa dia terima adalah perlakuan ibu kandungnya,” kata Lia.

Baca juga: Bocah Korban Pencabulan Ayah Tiri di Pesanggrahan Stres Berat, Bikin Sedih, Ini Cerita Sepupunya

Diketahui sebelumnya, bocah di Pesanggrahan berinisial S (11), ternyata telah dicabuli dan disetubuhi ayah tirinya, H selama 1,5 tahun.

Baca Juga  Menko Airlangga Hartarto Jelaskan Pembagian Sembako Saat Pemilu untuk Atasi Dampak El Nino

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi menuturkan, S telah dicabuli ayah tirinya dari pertengahan 2022 hingga akhir 2023.

“Jadi peristiwa ini diduga dimulai pada pertengahan tahun 2022 hingga tahun 2023, dan pelaku telah melakukan lebih dari 1 kali. Baik itu tindakan pencabulan maupun persetubuhan terhadap diri korban,” kata dia kepada wartawan, Rabu (3/1/2024).



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *