Timnas AMIN Temukan 9 Kecurangan Pilpres 2024, Jokowi: Pengawasan Berlapis kok Curang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pemilu dan Pilpres 2024 sudah usai, namun hasilnya diprediksi akan berbuntut panjang.

Seperti diketahui, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sementara ini unggul mutlak versi quick count.

Hal itu membawa euphoria bagi para pendukung dan rakyat Indonesia yang memilihnya.

Baca juga: Prabowo-Gibran Unggul di Quick Count Pilpres 2024, Pejuang PPP: Bisa Bawa Indonesia Lebih Maju

Sementara kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sangat terpukul atas hasil tersebut.

Kedua kubu tadinya berharap Pilpres berlangsung dua putaran, namun yang terjadi cukup satu putaran.

Melihat hal tersebut, kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan kecurangan.

Ketua THN Timnas AMIN, Ari Yusuf Amir mengatakan, pihaknya menemukan sembilan kecurangan sesaat dan setelah pencoblosan berlangsung.

Baca juga: PDIP Syok Kandang Banteng Gembos, Hasto: Ini Anomali, Gerakan dari Bawah Sangat Masif

“Jadi, kami dari THN AMIN sejak 1 hari sebelum pencoblosan, kami telah menerima laporan-laporan dugaan pelanggaran. Kemudian sampai saat ini, THN masih menerima semua laporan itu,” ujarnya dalam dalam konferensi pers di Rumah Pemenangan Timnas Anies-Muhaimin di Jalan Brawijaya X, Jakarta, dan dikutip dari Kompas.com, Kamis (15/2/2024).

Bentuk kecurangan pertama yaitu penggelembungan suara melalui sistem informasi milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang cukup masif.

Saat ini, pihaknya masih melakukan verifikasi data dan mencocokkannya antara Formulir C1-Hasil plano dengan data unggahan di website KPU.

Kecurangan kedua dalam bentuk surat suara yang telah tercoblos untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Baca juga: Kubu Anies-Cak Imin: Hanya Penguasa yang Mampu Curang Secara Terstruktur, Sistematis, dan Masif

Baca Juga  IPW Desak Kapolda Metro Tahan 3 Tersangka Kasus Katarina Bonggo, Satu Diantaranya di Australia

“Itu banyak sekali, sedang kami kumpulkan,” imbuh Ari.

Kecurangan ketiga yaitu pengerahan aparat melalui kepala desa.

Modus tersebut dilakukan pada hari pencoblosan agar kepala desa memberi pengarahan langsung kepada petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) untuk memenangkan paslon tertentu.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *